Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan sentimen negatif global datang dari AS-China yang resmi memberlakukan tarif tambahan terhadap produk impor masing-masing pada Minggu (1/9). Kondisi itu menandai babak baru perang dagang.
Pemerintahan Presiden AS Donald Trump mulai memungut tarif 15 persen atas impor China bernilai lebih dari US$125 miliar, meliputi produk speaker pintar, headphone bluetooth dan alas kaki. Sebaliknya, China mengenakan tarif 5 persen pada minyak mentah AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia memprediksi IHSG melaju di level support 6.248-6.269 dan resistance 6.325-6.360.
Senada, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan secara teknikal IHSG berpotensi melemah. Alasannya, sentimen kenaikan tarif impor AS-China menekan IHSG. Namun, pelemahan ini juga terjadi pada mayoritas bursa saham Asia lainnya.
Sebagai informasi, IHSG terpantau koreksi pada penutupan perdagangan Senin (2/9). Indeks ditutup di level 6.290 turun 37,92 poin atau 0,60 persen.
Sementara itu, saham-saham utama Wall Street mayoritas menguat. Dow Jones naik 0,16 persen atau 41,03 poin ke 26.403. Lalu, S&P 500 naik 0,06 persen atau 1,88 poin menjadi 2.926. Hanya Nasdaq Composite yang terpantau melemah 0,13 persen atau 10,51 poin ke 7.962.
[Gambas:Video CNN] (ulf/bir)