Mengutip AFP, Selasa (3/9), poundsterling menyentuh 1,1972 per dolar AS ketika Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menghadapi perlawanan dari anggota parlemennya sendiri atas strategi brexit (keluarnya Inggris dari persekutuan Uni Eropa).
"Tampaknya, poundsterling tidak berminat untuk bertahan dengan hasil pemungutan suara di parlemen, yang membuat nilai tukarnya tergelincir hingga ke bawah 1,20 terhadap dolar AS," ujar Craig Erlam, Analis Oanda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Neil Wilson, Kepala Analis Markets.com menyebut bahwa ketidakpastian politik yang berkelanjutan tidak akan mengangkat posisi poundsterling terhadap mata uang lain.
"Ada lebih banyak risiko yang mengancam penurunan dan sangat sedikit yang memberi dorongan. Kita mungkin melihat poundsterling di sekitar 1,15-1,10 per dolar AS dalam beberapa pekan ke depan," imbuh dia.
[Gambas:Video CNN] (bir)