Analis Artha Sekuritas Dennies Christopher Jordan mengatakan AS dan China baru saja memberlakukan tarif tambahan untuk impor barang masing-masing negara pada 1 September 2019.
Selain itu, IHSG minim sentimen positif. "Ada potensi pelemahan dalam jangka pendek," ujarnya dalam riset tertulis, Rabu (4/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya melanjutkan investor bisa memanfaatkan koreksi wajar untuk mengakumulasi saham. Sebab, pola gerak IHSG dalam jangka panjang masih menunjukkan potensi penguatan.
"IHSG diprediksi bergerak di 6.187-6.372," katanya.
Mengutip Reuters, saham-saham utama Wall Street jatuh pada perdagangan Selasa (3/9). Dow Jones turun 285,26 poin atau 1,08 persen menjadi 26.118. Lalu, S&P 500 turun 20,19 poin atau 0,69 persen menjadi 2.906, dan Nasdaq Composite turun 88,72 poin atau 1,11 persen menjadi 7.874.
Pemicunya adalah kekhawatiran investor terhadap prospek pertumbuhan global setelah data aktivitas pabrik AS menyusut pada Agustus untuk pertama kalinya sejak 2016.
Indeks aktivitas pabrik AS secara nasional turun menjadi 49,1 atau lebih rendah prediksi analis yang disurvei Reuters, yakni 51,1.
[Gambas:Video CNN] (ulf/bir)