Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto merinci empat perusahaan tersebut, yakni PT Futai Sulawesi Utara, PT Indojaya Fortuna, PT Mapalus Makawanua, dan PT Puri Bitung Gemilang. Dari seluruh perusahaan tersebut, terdapat dua perusahaan yang telah merealisasikan investasinya di Bitung, yakni Futai dan Indojaya Fortuna.
Indojaya Fortuna telah merealisasikan investasinya sebesar Rp350 miliar untuk membangun fasilitas pendingin (cold storage) di lahan seluas 1 hektare (ha). Tingkat pembangunan pabrik ini sudah mencapai 70 persen dan ditargetkan selesai akhir 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain dua investasi tersebut, Enoh kemudian menjelaskan dua komitmen investasi lainnya yang segera terealisasi di KEK Bitung.
PT Mapalus Makawanua, misalnya, akan berinvestasi Rp30 miliar di KEK Bitung untuk membangun industri karbon aktif di lahan seluas lahan 7 ha. Saat ini perusahaan sedang dalam proses penandatanganan kerja sama dengan Badan Usaha Pengelola KEK.
"Saat ini perusahaan pun sedang dalam proses penandatanganan kerjasama dengan Badan Usaha Pengelola KEK," imbuh dia.
KEK Bitung ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Bitung dan resmi beroperasi sejak 1 April 2019. Kegiatan utamanya adalah industri pengolahan kelapa, industri pengolahan perikanan, industri farmasi, dan logistik.
Total luas lahan KEK Bitung mencapai 534 ha dengan perkiraan investasi dasar yang dibutuhkan sebesar Rp2,3 triliun. Namun, investasi dari pelaku usaha diperkirakan bisa mencapai Rp32,9 triliun dan diharapkan bisa menyerap 34.710 tenaga kerja.
[Gambas:Video CNN] (glh/bir)