Dilansir dari Reuters, Kamis (5/9), harga minyak mentah berjangka Brent naik US$2,44 atau 4,2 persen menjadi US$60,70 per barel.
Penguatan juga terjadi pada harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) sebesar US$2,32 atau 4,3 persen menjadi US$56,26 per barel. Secara persentase, kenaikan tersebut merupakan yang tertinggi bagi WTI sejak 10 Juli 2019 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Perlambatan Manufaktur AS Bayangi Gerak IHSG |
Pada Selasa (3/9) lalu, Presiden AS Donald Trump mengancam bakal lebih keras terhadap China pada periode kedua masa jabatannya jika pembicaraan perdagangan terus berlarut-larut. Hal itu menambah kekhawatiran pasar terkait sengketa dagang antara kedua negara bakal memicu resesi AS.
Selain itu, data industri AS yang dirilis pekan ini menunjukkan aktivitas industri manufaktur pada Agustus lalu terkontraksi untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir. Kontraksi juga terjadi pada aktivitas industri di zona euro selama tujuh bulan berturut-turut.
Direktur Keuangan BP Brian Gilvary menyatakan permintaan minyak global diperkirakan tumbuh kurang dari 1 juta barel per hari (bph) pada 2019 seiring perlambatan konsumsi.
Namun demikian, pasokan tetap akan dibatasi seiring komitmen negara anggota OPEC dan sekutunya untuk tetap menjalankan kesepakatan pemangkasan produksi, meski industri minyak di Arab Saudi tengah bergejolak.
[Gambas:Video CNN] (sfr/bir)