Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Pengusaha Peternak Ayam Nasional (Gopan) Sugeng Wahyudi mengatakan harga ayam di tingkat peternak anjlok hingga menyentuh Rp8.000 per kilogram (Kg) pada Agustus. Harga ayam terpaut jauh dengan harga pokok produksi (HPP) yang diklaim mencapai Rp18 ribu per kg. Ia menyatakan jatuhnya harga ayam sudah berlangsung selama 13 bulan terakhir.
Sebelum mendatangi Kantor Kemenko Perekonomian, ia menuturkan peternak telah berkali-kali melakukan pertemuan dan evaluasi yang melibatkan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. Mereka juga telah berjumpa Kementerian Perdagangan dan Bareskrim Polri. Namun, segala upaya itu tak membuahkan hasil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan itu, mereka juga meminta pemerintah menyediakan perlindungan kepada peternak ayam kecil. Mereka juga meminta penataan hilirisasi usaha perunggasan dengan mewajibkan perusahaan integrasi untuk memiliki Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU).
"Kami harap pemerintah juga segera mungkin menaikkan harga naik dan membuat Peraturan Presiden (Perpres) untuk melindungi peternak kecil," katanya.
Beberapa perwakilan peternak selanjutnya disambut oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian Susiwijono Moegiarso. Rombongan peternak selanjutnya menuju kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menyampaikan aspirasinya.
"Ini harus kami bahas dengan kementerian teknis karena otoritasnya ada di Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian serta Kementerian Perdagangan, juga terkait kebijakan persaingan usaha. Jadi ada otoritas yang menangani itu," katanya.
Ia mengakui permasalahan harga ayam di tingkat peternak bukan yang pertama kalinya. Pemerintah telah berulang kali mendapat laporan anjloknya harga ayam di tingkat peternak.
"Masalah peternakan kami sudah tangani bolak balik di rakortas hanya memang selalu di tingkat lapangan terjadi masalah," imbuhnya.
[Gambas:Video CNN] (ulf/lav)