"Bisa harga dari nol rupiah untuk rumah kepentingan orang miskin sampai harga yang sesuai dengan biaya pengembangan karena negara tidak cari keuntungan di situ," ujar Sofyan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/9).
Ia menjelaskan pemerintah bisa menjual pemanfaatan lahan di ibu kota baru karena berstatus tanah milik pemerintah. Lahan itu pun sudah masuk ke dalam bank tanah pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini termasuk untuk tanah, bisa diberikan statusnya. Tapi, nanti ada klausul-klausul misalnya tanah itu mau dijual, itu ada ketentuannya bahwa tanah itu kalau misalnya mau dijual, jual kembali ke otoritas," terang dia.
Kendati memberi insentif harga lahan mulai dari nol rupiah sampai sesuai biaya kewajaran, namun Sofyan mengatakan bahwa pemerintah pun tak segan memberi disinsentif bagi oknum yang tidak bertanggungjawab, misalnya spekulan.
Sebelumnya, ia menekankan bahwa pemerintah tidak akan menjual tanah untuk memindahkan ibu kota. Namun, pemerintah akan menjual penggunaan atau pemanfaatannya di ibu kota baru.
Dengan kata lain, kalaupun nanti tanah dikelola swasta, status kepemilikan lahan masih dipegang oleh negara. Hal tersebut disampaikan oleh Sofyan menanggapi rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjual tanah negara ke pihak swasta dalam kurun waktu tertentu kepada swasta untuk membangun ibu kota baru.
"(Yang dijual) pemanfaatan. Untuk sementara bank tanah itu nanti akan punya Hak Pengelolaan Lahan (HPL)," tekannya.
[Gambas:Video CNN]
Sementara Jokowi sebelumnya sempat mengungkapkan ingin menjual lahan di ibu kota baru kepada swasta seluas 30 hektare dengan asumsi harga Rp2 juta hingga Rp3 juta per hektare. Dari hasil jual lahan tersebut, ada potensi pendapatan sebesar Rp600 triliun-Rp900 triliun yang bisa masuk kantong pemerintah.
Namun, agar tak ada celah swasta menimbun tanah untuk kepentingan bisnis mereka, pemerintah akan memberikan syarat. Salah satunya, tanah yang dibeli harus segera dilaksanakan untuk pembangunan dalam waktu dua tahun. Dengan kata lain, tidak ada lahan yang menganggur usai dibeli swasta.
"Skema ini menjadi alternatif pembiayaan. Ini akan dikaji. Nanti akan ada badan otorita yang mengurus itu semua," tutur kepala negara belum lama ini. (uli/bir)