Mengutip AFP, Kamis (5/9), dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu terlibat dalam pertikaian tarif impor untuk barang-barang ratusan miliar dolar AS sejak awal tahun lalu.
Keterangan resmi Kementerian Perdagangan China menyebut seharusnya pembicaraan antara kedua negara dimulai pada bulan ini. Namun, Wakil Perdana Menteri Liu He bersama Perwakilan Dagang AS Robert Lightnizer dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin sepakat menundanya hingga awal bulan depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puncak ketegangan kedua negara terjadi selama musim panas. Awal pekan ini saja, Trump menuding negosiator China bertahan untuk mencari kesepakatan yang lebih menguntungkan jelang pemilihan umum di AS.
Sementara, Trump menuding balik bahwa China terpaksa kembali ke meja perundingan karena perlambatan mulai terasa di negaranya.
Lihat juga:Harga Jual Emas Stagnan Rp775 Ribu per Gram |
Pekan ini, para ekonom memangkas perkiraan mereka terhadap pertumbuhan ekonomi China pada 2020 menjadi di bawah 6,0 persen. Alasannya, peningkatan tensi hubungan dan risiko akibat perang dagang AS-China.
Namun, belakangan sektor manufaktur AS juga terkontraksi untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. Banyak ekonom memperkirakan tanda yang mengkhawatirkan dari ekonomi AS.
[Gambas:Video CNN] (afp/bir)