Respons ini diungkapkannya usai rapat bersama Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR) pada Senin (9/9). Kebetulan, ada beberapa anggota Banggar DPR yang turut memberi pandangan terkait pemindahan ibu kota kepada Luhut.
"Kalau tidak mau pro kontra, ya ke surga saja," ujar Luhut yang seketika disambut tawa dari para anggota Banggar DPR di Gedung DPR/MPR.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Luhut juga turut mengomentari soal kekhawatiran akan munculnya buaya-buaya di kawasan ibu kota baru. Kekhawatiran ini sempat merebak di masyarakat karena kawasan ibu kota baru merupakan alam bebas.
"Kalau ada memang dipelihara, ya dipelihara saja kan bagus. Ya tidak apa, asal jangan buaya darat saja," celetuknya.
"Saat ini ada pembinaan ibu kota baru, saya belum melihat program anggaran untuk itu, apakah itu masuk dalam konsolidasi, pengendalian, atau koordinasi? Apakah memang belum tercermin di anggaran kementerian ini?" katanya.
Sebelumnya, pemerintah berencana memindahkan ibu kota dari DKI Jakarta ke Kecamatan Samboja di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kecamatan Sepaku Semoi di Kabupaten Penajam Paser Utara di Kalimantan Timur. Rencananya, konstruksi tahap awal akan dilakukan pada akhir 2020.
Sementara itu, pemindahan aktivitas akan dilakukan pada 2024 mendatang. Pemindahan ibu kota setidaknya akan membutuhkan anggaran mencapai Rp466 triliun.
Namun, penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dipatok hanya sekitar 19 persen dari total kebutuhan anggaran itu. Sisanya, akan ditutup dengan kerja sama dengan badan usaha, BUMN, dan swasta.
[Gambas:Video CNN] (uli/lav)