Head of Equity Research Mandiri Sekuritas Adrian Joezer mengatakan revisi ini dilakukan karena melihat rata-rata pertumbuhan laba bersih emiten pada semester I 2019 yang melambat. Hal ini khususnya disebabkan pertumbuhan pada kuartal I 2019 yang hanya satu digit.
"Jadi kuartal I 2019 pertumbuhannya agak rendah dan Juni 2019 juga melambat sedikit, makanya kami ada revisi target indeks dari posisi akhir tahun," ungkap Adrian, Senin (9/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, pada perdagangan Senin (9/9), IHSG berakhir di level 6.326 atau menguat tipis 0,27 persen (17,26 poin). Mayoritas atau sebanyak 236 saham berakhir hijau, 178 saham melemah, dan 149 saham bergerak stagnan.
"Pergerakannya tidak terlalu signifikan sebenarnya. Kalau dilihat valuasinya untuk price earning ratio (PER) 15 kali. Tapi dibilang mahal ya tidak, murah juga tidak, ini menunggu kepastian perang dagang," jelasnya.
[Gambas:Video CNN] (aud/bir)