"Kami bertemu untuk menindaklanjuti sejumlah masalah terkait kepentingan bersama, termasuk ekonomi global," ujar Chaves usai bertemu Luhut di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Senin (9/9).
Chaves membeberkan memang terdapat 33 perusahaan terbuka asal China yang memutuskan untuk pindah dari negeri tersebut. Namun tak ada satupun dari perusahaan yang memilih Indonesia sebagai tempat untuk berinvestasi. Perusahaan yang terdaftar di bursa saham China itu justru lebih memilih merelokasi pabriknya ke Vietnam, Thailand, bahkan Meksiko.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait rekomendasi, Chaves juga mengungkapkan presiden Jokowi berharap para menteri Kabinet Kerja memiliki solusi masing-masing untuk menangani persoalan tersebut berdasarkan lini kerjanya. Para menteri juga diharapkan berdiskusi untuk menemukan jalan keluar.
Jokowi mengaku mendapat informasi tersebut dari laporan kantor perwakilan Bank Dunia di Indonesia. Laporan itu menyebut ada 33 perusahaan yang keluar dari China sekitar dua bulan lalu.
Secara rinci disebutkan, sebanyak 23 perusahaan memilih pindah ke Vietnam dan mendirikan bisnis di sana. Sisanya, 10 perusahaan pindah ke Malaysia, Kamboja, dan Thailand. Sayangnya, tak ada satupun yang mau bergeser ke Indonesia.
"Tidak ada yang ke Indonesia, tolong ini digarisbawahi. Hati-hati, berarti kita punya persoalan yang harus kita selesaikan," tutur Jokowi kala membuka rapat terbatas mengenai perkembangan ekonomi global di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/9).
[Gambas:Video CNN] (sas/lav)