Dilansiri dari Reuters, Selasa (10/9), harga minyak mentah Brent tercatat naik US$1,05 atau 1,7 persen menjadi US$62,59 per barel. Penguatan juga terjadi pada harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) sebesar US$1,33 atau 2,4 persen menjadi US$57,85 per barel.
Pada Minggu (8/9) lalu, Pangeran Abdulaziz, yang merupakan Putra Raja Arab Saudi Salman dan anggota lama dari delegasi Arab Saudi, diangkat menjadi Menteri Energi Arab Saudi menggantikan Khalid al-Falih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun produksi minyak mentah Rusia pada Agustus 2019 lalu melampaui kuota yang ditetapkan dalam kesepakatan OPEC+. Produksi minyak mentah OPEC untuk Agustus 2019 juga menanjak untuk pertama kalinya tahun ini seiring peningkatan pasokan dari Irak dan Nigeria melampaui pembatasan Arab Saudi dan hilangnya pasokan akibat pengenaan sanksi AS terhadap Iran.
Selanjutnya, pada Minggu (8/9), lalu Menteri Energi Uni Emirat Arab Suhail al-Mazrouei menyatakan produsen minyak OPEC dan non OPEC berkomitmen untuk mencapai keseimbangan pasar minyak. Komite pengawas gabungan tingkat menteri kesepakatan OPEC+ akan kembali menggelar pertemuan di Abu Dhabi pada Kamis (12/9).
[Gambas:Video CNN]
Hal itu didorong oleh pulihnya margin kilang meski terjadi kelebihan produk minyak dan permintaan yang terbatas. Sementara itu, Deputi Sekretaris Kementerian Energi AS Dan Brouillette menyatakan AS sangat mengkhawatirkan pembelian minyak Iran oleh China. Tahun lalu, AS keluar dari kesepakatan nuklir 2015 antara negara maju dengan Iran.
AS juga memberlakukan sanksi untuk menekan perdagangan minyak yang penting bagi Iran.Pada Senin (9/9) kemarin, Presiden AS menyatakan ia dapat bertemu dengan Presiden Iran Hassam Rouhani dan ia tidak masalah jika terjadi pertemuan seperi itu. (sfr/agt)