Ia menjelaskan hunian vertikal berbentuk apartemen dipilih untuk memastikan lingkungan hidup di ibu kota negara baru tidak terganggu. "Banyak kumuh kan karena masyarakat masih senang perumahan yang lahan. Kalau sekarang kita buat ke atas, kalau negara maju kan sudah begitu," ujarnya di Jakarta, Rabu (10/9).
Selain itu juga, pembangunan hunian vertikal dipilih demi membuat ruang terbuka hijau di ibu kota baru semakin luas. Dengan struktur bangunan tersebut, ruang terbuka hijau di ibu kota baru bisa mencapai 50 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini termasuk untuk tanah, bisa diberikan statusnya. Tapi, nanti ada klausul-klausul misalnya tanah itu mau dijual, itu ada ketentuannya bahwa tanah itu kalau misalnya mau dijual, jual kembali ke otoritas," terang dia.
Presiden Jokowi berkeinginan untuk memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin memperkirakan pemindahan tersebut kemungkinan akan diikuti oleh pergeseran tempat kerja PNS.
Kementeriannya memperkirakan 800 ribu PNS akan ikut ke Kalimantan Timur bila ibukota dipindahkan.
[Gambas:Video CNN] (sas/agt)