Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan dana itu merupakan akumulasi dari setiap dana cadangan di setiap direktorat jenderal kementeriannya. Dana itu memang disediakan khusus untuk membangun infrastruktur yang perlu dibangun secara dadakan.
"Jadi pasti ada cadangan-cadangan yang harus bisa memenuhi kebutuhan unallocated. Bukan mengganggu program yang ada, tapi ada memang dana cadangan, dana darurat sebesar Rp300 miliar," ujar Basuki di JIExpo, Jakarta, Rabu (11/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, menurut informasi yang diterimanya, masyarakat setempat sudah setuju bahwa wilayah tersebut bisa dilakukan pembangunan.
"Belum tahu saya, karena di sana kan banyak kepala suku, sehingga mungkin akan kami lihat dulu. Kalau menurut mereka sih oke saja, tapi kan belum tahu," tuturnya.
Adapun, menurut informasi yang ia dapat dari Sekretariat Negara, lahan yang akan digunakan untuk istana rencananya seluas 10 hektare. Nantinya, istana presiden ini akan dibuat seperti wisma negara di Jakarta. Sehingga, istana Papua bisa menjadi kantor presiden jika ada keperluan yang mendadak.
"Menurut informasi yang diberikan kepada kami, lahan terdapat 10 hektare," pungkasnya.
Sebelumnya, Jokowi menyatakan bakal membangun Istana Kepresidenan di Papua. Kendati demikian, pembangunan dinilai tidak mudah karena pemerintah harus melihat kecukupan APBN hingga ketersediaan lahan untuk pembangunan itu.
Tuntutan tokoh Papua terkait pembangunan Istana Kepresidenan di Papua disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Jayapura Abisai Rollo. Ia menyampaikan tuntutan pembangunan istana bertujuan agar presiden juga berkantor di Papua, sehingga tidak hanya berkunjung ke provinsi paling timur di Indonesia itu.
Bahkan, kata Abisai, dirinya akan memberikan secara gratis lahan 10 hektare untuk pembangunan Istana Kepresidenan.
"Terakhir, membangun Istana Presiden di Papua di Kota Jayapura. Saya berkenan dengan pesan almarhum Soekarno. Maka saya menyumbangkan lahan 10 hektar untuk dibangun Istana Kepresidenan RI. Sehingga perjalanan ke Papua, berubah dari berkunjung menjadi berkantor," ujar Abisai.
[Gambas:Video CNN] (sas/glh)