"Kalau saya ditantang lagi (tentang investasi dari China). China lagi, itu mudah kami suruh apa saja mau. Buat saya itu kan untuk kepentingan nasional," ucap Luhut, Kamis (12/9).
Luhut bilang tak masalah dengan investor mana, termasuk China, asal mereka membawa keuntungan bagi Indonesia. Lagi pula, siapa pun investornya, pemerintah selalu memberikan aturan yang tegas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sering dikritik China terus, Dubes kehormatan China. Yang ngomong asbun (asal bunyi) saja. Kami kan punya rule of thumb (aturan) bagi investor," jelasnya.
Aturan yang dimaksud, misalnya mendidik tenaga kerja lokal. Di sini, investor diberikan kewajiban untuk menggelar edukasi kepada karyawan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) di dalam negeri.
"Mungkin tahun pertama oke pakai tenaga kerja asing dulu, tapi saya minta investor untuk dirikan politeknik," kata Luhut.
[Gambas:Video CNN]
Syarat lainnya, investor harus mengedepankan bisnis yang ramah lingkungan. Mereka juga harus memastikan bahwa pembangunan bisnisnya bisa berkelanjutan (sustainable).
Lalu, syarat lainnya adalah investor harus melakukan transfer teknologi dan memberikan nilai tambah bagi industri secara keseluruhan. Luhut menyatakan pemerintah akan memberikan prioritas bagi investor yang berniat mengolah sumber daya alam mineral di dalam negeri. (aud/agt)