"Kami tidak menginginkan perjalanan yang hanya berupa rangkaian diskusi. Kami ingin membuat kemajuan yang berarti," ujar Mnuchin, seperti dilansir dari AFP, Jumat (13/9).
Kepada CNBC, seperti dikutip AFP, Mnuchin mengaku optimistis namun tetap waspada terkait peluang selesainya sengketa dagang antara kedua negara. Menurut Mnuchin, sejauh ini, pembicaraan kedua negara belum memperoleh kemajuan yang berarti. Sebagai pengingat, perwakilan kedua negara bertemu di Shanghai pada akhir Juli lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diperkirakan China akan membeli sejumlah besar produk pertanian kami!" cuit Trump melalui akun Twitternya, Kamis (12/9).
Sektor pertanian AS telah menanggung dampak negatif dari sengketa kedua negara, terutama setelah ekspor kedelai AS anjlok tahun lalu.
Agresi ekonomi itu di antaranya seperti meretas komputer untuk mencuri rahasia bisnis AS dan mencuri kekayaan intelektual dan memanipulasi mata uang.
Perang dagang sendiri merupakan imbas dari upaya Trump untuk menekan defisit perdagangan AS dengan China yang lebar. Bagi Trump, defisit mencerminkan kekalahan AS.
Namun, selagi perang dagang berlangsung, belum ada tanda-tanda berkurangnya defisit tersebut dengan angka defisit perdagangan AS dengan China mencapai US$419,52 miliar pada 2018.
[Gambas:Video CNN]
Kendati demikian, Trump meyakini perang dagang yang berkepanjangan lebih berdampak buruk pada perekonomian China dibandingkan Negeri Paman Sam.
Sebagai informasi, selama sebelas bulan terakhir, hingga Agustus 2019, Kementerian Keuangan AS telah mengumpulkan bea masuk yang dibayarkan importir hingga US$66 miliar atau melesat 73 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.