Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp13.950 per dolar AS atau melemah dibanding kemarin yakni Rp14.052 per dolar AS. Pada hari ini, rupiah bergerak di rentang Rp13.930 hingga Rp13.969 per dolar AS.
Sore hari ini, mayoritas mata uang utama Asia menguat terhadap dolar AS. Yuan China menguat 0,01 persen, rupee India 0,06 persen, dan yen Jepang 0,09 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan hari ini rupiah masih terbawa angin positif dari meredanya tensi perang dagang.
Pada Rabu (11/9), Presiden AS Donald Trump mengatakan akan menunda penambahan tarif bagi impor China senilai US$250 miliar dari 1 Oktober 2019 menjadi 16 Oktober 2019. Kebijakan ini menyusul langkah China yang mengecualikan 16 impor asal AS yang tadinya akan dikenakan tambahan tarif.
"Ini menambah optimisme negosiasi dagang antara AS dan China akan berjalan dengan baik dan menghasilkan kesepakatan yang bisa diterima oleh kedua belah pihak," jelas Ariston kepada CNNIndonesia.com, Jumat (13/9).
Selain itu, pelaku pasar juga mengantisipasi pelonggaran kebijakan moneter global setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memutuskan untuk menurunkan suku bunga deposito sebesar 10 basis poin ke -0,5 persen dan akan membeli obligasi demi meningkatkan jumlah uang beredar.
"Potensi pelonggaran moneter global membantu peralihan portofolio ke aset berisiko yang memberikan support (dorongan) untuk rupiah," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN] (glh/sfr)