Akibat serangan harga minyak diprediksi akan naik US$10 per barel karena memangkas 50 persen dari total produksi minyak di negara itu, atau lebih dari 5 persen dari pasokan minyak global.
"Ini masalah besar," kata Presiden Lipow Oil Associates, Andrew Lipow, dilansir CNBC, Minggu (15/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Risiko eskalasi yang mendorong harga minyak menjadi lebih tinggi secara signifikan baru saja terjadi," ucap Bordoff.
AS dan Arab Saudi Menuduh Iran
Sebelumnya, Sekretaris Negara Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo menuduh Iran sebagai dalang di balik penyerangan tersebut melalui sebuah cuitan di akun Twitter. Ia mengatakan tak ada bukti yang mengacu pada Yaman sebagai pelaku penyerangan.
"Di tengah semua seruan untuk de-eskalasi, Iran kini telah meluncurkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pasokan energi dunia," tulis Pompeo.
Riyadh juga sempat menuduh Iran mempersenjatai kelompok Houthi dalam serangan tersebut. Tuduhan yang kemudian langsung dibantah oleh Teheran.
Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MbS) mengatakan kepada Presiden AS Donald Trump bahwa Riyadh mampu menghadapi dan menangani agresi teroris yang menimpa Arab Saudi. Hal tersebut disampaikan melalui sambungan telepon menurut laporan dari kantor berita Arab Saudi, SPA.
Menjawab pernyataan MbS, AS mengatakan siap membantu dan menjamin keamanan Arab Saudi. Departemen Energi AS juga mengatakan siap memberikan pasokan minyak dari cadangan minyak strategis jika diperlukan.
Sekretaris Energi Rick Perry akan mengoordinasikan kebijakan energi negara-negara industri bersama dengan Badan Energi Internasional jika langkah global diperlukan.
Serangan dilakukan di tengah ketegangan antara Arab Saudi dengan Iran dan Yaman. Arab Saudi sebagai pemimpin koalisi Muslim Sunni sempat melakukan intervensi di Yaman pada 2015 terhadap kelompok Houthi.
Dalam sebuah cuitan di akun Twitter, Duta Besar AS untuk Arab Saudi John Abizaid juga mengutuk serangan ini. Ia tidak menyatakan tuduhan terhadap Iran maupun Houthi.
"Serangan-serangan terhadap infrastruktur penting yang juga membahayakan warga sipil ini tidak dapat diterima. Cepat atau lambat (serangan seperti ini) dapat mengakibatkan hanya tak berdosa hilang," tulisnya.
Sedangkan Menteri Luar Negeri Andrew Murrison menyerukan agar kelompok pemberontak Houthi berhenti mengancam wilayah sipil dan infrastruktur komersial di Arab Saudi. (fey/mik)