Pagi hari ini, pergerakan mata uang utama Asia bervariasi terhadap dolar AS. Terdapat mata uang yang menguat seperti baht Thailand sebesar 0,03 persen, won Korea Selatan sebesar 0,1 persen, dan peso Filipina sebesar 0,18 persen.
Kemudian, terdapat pula mata uang uang melemah seperti dolar Hong Kong sebesar 0,05 persen, dolar Singapura 0,07 persen, dan yen Jepang sebesar 0,07 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, kini harga minyak mentah telah melandai. Mengutip Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent terkoreksi US$4,47 atau 6,5 persen menjadi US$64,55 per barel. Sementara, harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) melemah US$3,56 atau 5,7 persen menjadi US$59,34 per barel.
Ini terjadi setelah Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman menuturkan kerajaan telah memulihkan pasokan dengan menyedot persediaan atas kehilangan produksi minyak 5,7 juta barel per hari.
Mengutip CME Fedwatch, probabilitas penurunan suku bunga acuan AS sebesar 25 basis poin pada rapat The Fed 18 September adalah 65,8 persen atau turun jauh dibandingkan posisi sepekan lalu yaitu 94,6 persen.
"Jadi pada hari ini, ada sentimen kemungkinan The Fed yang tidak menurunkan suku bunga. Sehingga, rupiah pada hari ini berada dalam rentang Rp14.050 hingga Rp14.140 per dolar AS," jelasnya, Rabu (18/9).
[Gambas:Video CNN] (glh/lav)