Ia menjelaskan saat ini, posisi produksi daging ayam tengah meningkat. Dengan kondisi tersebut, maka harga berpotensi turun.
Penurunan akan semakin dalam bila perusahaan besar langsung menggelontorkan pasokannya ke pasar tradisional. Pasalnya, pedagang pasar tradisional akan menerima limpahan pasokan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amran mengatakan agar penundaan hasil penjualan tersebut tidak merugikan, ia meminta pedagang besar untuk menampung kelebihan pasokan daging ayam sementara dalam mesin pendingin (cold storage). "Insya Allah bisa, kami kan ada permentan bahwa jangan masuk ke pasar becek, kemudian dikontrol doc (bibit) ayam, jangan sampai kelebihan pasokan," katanya.
Secara keseluruhan, Amran mengklaim jumlah pasokan daging ayam akan aman sesuai dengan kebutuhan masyarakat sampai akhir tahun. Sementara harga daging ayam berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) terbilang stabil di kisaran Rp32 ribu per kilogram (kg) dalam beberapa hari terakhir.
Begitu pula dengan daging sapi dan jagung. Khusus daging sapi, ia menyebut stok masih berkisar 18,2 juta ton sampai pertengahan September ini. "Populasi sapi dulu, 2014, hanya 14 juta ton, posisi tadi 18,2 juta ton, itu 1 juta ton lebih populasi naik (per tahun)," ucapnya.
[Gambas:Video CNN] (uli/agt)