Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan proyeksi dibuat dengan mendasarkan pada nilai proyek pengembangan ibu kota baru dengan daya serap tenaga kerja yang diciptakan. Pihaknya menghitung proyek senilai Rp1 triliun dalam pengembangan ibu kota baru akan mampu menyerap 14 ribu tenaga kerja.
Sementara, proyeksi awal pemerintah, nilai investasi proyek konstruksi yang akan dikerjakan mencapai ratusan triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, khusus dari swasta saja sebanyak Rp127,3 triliun atau 26,2 persen. Beberapa proyek yang akan dibangun, seperti perumahan umum, perguruan tinggi, bandara, pelabuhan, jalan tol, sarana kesehatan, dan pusat perbelanjaan.
[Gambas:Video CNN]
Sisanya, pemerintah akan mengucurkan dana sebesar Rp93,5 triliun atau 19,2 persen berasal dari APBN untuk pembangunan ibu kota baru. Sejumlah proyek yang akan dibangun melalui dana APBN, yaitu infrastruktur pelayanan dasar, istana negara, rumah dinas pegawai negeri sipil (PNS), pengadaan lahan, ruang terbuka hijau, dan pangkalan militer.
"Paling logis KPBU adalah perusahaan properti karena paling banyak yang akan dibangun adalah properti," tutur Bambang.
Menurutnya, perusahaan swasta bisa diberikan hak konsesi sampai 20 tahun dalam mengelola satu apartemen. Masalahnya, kata Bambang, selama ini pemerintah selalu kewalahan memelihara suatu bangunan.
"Pemerintah terkadang lupa menganggarkan pemeliharaan atau terlalu kecil anggarannya, sehingga umur aset berkurang karena tidak dirawat benar," pungkas dia.