Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.080 per dolar AS atau menguat dibanding kemarin yakni Rp14.099 per dolar AS. Pada hari ini, rupiah bergerak di rentang Rp14.060 per dolar AS hingga Rp14.104 per dolar AS.
Sore hari ini, pergerakan mata uang utama Asia bervariasi terhadap dolar AS. Terdapat mata uang yang menguat seperti dolar Hong Kong sebesar 0,01 persen, baht Thailand 0,12 persen, rupee India 0,14 persen, dan yen Jepang 0,4 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Melihat respons pelaku pasar yang positif dalam dua kali pemangkasan suku bunga sebelumnya, maka rupiah berbalik menguat melawan dolar AS," jelas Ibrahim, Kamis (19/9).
[Gambas:Video CNN]
Angin segar dari domestik ini mematahkan sentimen negatif yang sebelumnya dihembuskan oleh bank sentral AS The Federal Reserves (The Fed). Pada rapat komite pasar federal terbuka (FOMC) Kamis (19/9) dini hari, The Fed juga menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin.
Hanya saja, sikap The Fed nampaknya tidak terlihat mengarah ke pelonggaran (dovish). Sebab, dalam konferensi persnya, Gubernur The Fed Jerome Powell tidak memberi sinyal penurunan suku bunga dalam waktu dekat dan mengatakan ekonomi AS masih bagus.
"Belum ada yang bisa memastikan suku bunga AS ke depan," pungkas dia.