"Kementerian PUPR mendukung Program Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Baru sebesar 45.250 liter per detik, Program Optimalisasi SPAM existing sebesar 21.350 liter per detik, dan Program Penurunan Kebocoran sebesar 18.400 liter per detik," ujar Direktur Jenderal Cipta Karya Danis H Sumadilaga seperti dikutip dari Antara, Jumat (20/9).
Saat ini, akses air minum ke masyarakat belum merata sehingga pemerintah berupa meningkatkannya. Hingga akhir 2018, cakupan layanan air minum di Indonesia baru mencapai 73 persen. Tahun ini, targetnya meningkat menjadi 75 persen. Pemerintah menargetkan 100 persen akses air minum ke masyarakat pada 2030.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, dalam Rancangan APBN 2020 yang telah disetujui Komisi VI DPR, Kementerian PUPR mendapatkan alokasi anggaran Rp120,21 triliun. Dari anggaran tersebut, Rp43,97 triliun di antaranya dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur sumber daya air.
[Gambas:Video CNN] (antara/sfr)