Hingga kemarin, Kamis (19/8), progres konstruksi tol sepanjang 36,4 kilometer (km) itu telah mencapai 96,5 persen.
"Pada 23 September 2019 akan dimulai uji beban sehingga kami rencanakan pada November 2019 Insya Allah operasional," ujar Basuki saat meninjau lokasi pembangunan Tol Layang Japek II KM 13 pekan ini, seperti dikutip dari keterangan resmi, Jumat (20/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Operasional tol akan menunjang kelancaran mobilitas angkutan logistik dari Pelabuhan Tanjung Priok ke kawasan industri di Cikarang, Karawang dan Cibitung maupun ke arah Bandung dan Tol Trans Jawa.
Pasalnya, tol baru ini akan menambah kapasitas Tol Japek yang ada di bawahnya serta memisahkan antara arus lalu lintas (lalin) jarak pendek dengan arus lalin jarak jauh. Dalam hal ini, kendaraan tujuan jarak pendek akan menggunakan Tol Japek, sementara kendaraan tujuan jarak jauh menggunakan Tol Layang Japek II.
"Secara struktur tol ini bisa dilewati seluruh golongan kendaraan, namun pertimbangannya adalah faktor safety (keselamatan) karena masih banyaknya truk over dimension over load (ODOL) kecepatannya sangat pelan, risiko pecah ban, dan seterusnya," ujar Desi.
Sebagai informasi, proyek ini adalah bentuk kerja sama operasi (KSO) antara PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama PT Acset Indonusa Tbk yang menandatangani kontrak dengan PT Jasamarga Jalan layang Cikampek (JJC), selaku anak perusahaan Jasa Marga yang menjadi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
Jalan tol akan membentang dari ruas Cikunir hingga Karawang Barat (Sta 9+500 sampai dengan Sta 47+500).
[Gambas:Video CNN] (sfr)