Melansir Reuters, China sebelumnya diberitakan akan membatalkan kunjungan ke wilayah pertanian di Montana dan Nebraska, AS. Pasar lantas mengkorelasikan batalnya kunjungan itu dengan negosiasi dagang antara kedua negara.
Akan tetapi, perwakilan China telah membantah batalnya rencana kunjungan itu berkaitan dengan gagalnya negosiasi perdagangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia memprediksi IHSG melaju di rentang support 6.166-6.168 dan resistance 6.237-6.268.
Senada, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan gagalnya pertemuan AS-China membayangi laju pasar ekuitas.
Namun demikian, ia memprediksi IHSG mampu balik arah (rebound). Ia memprediksi IHSG bergerak di rentang 6.200-6.305.
"Secara teknikal, kami proyeksikan IHSG akan melakukan teknikal rebound tepat di atas level 6.200," tutur dia.
IHSG terpantau berhenti di zona merah pada penutupan perdagangan Senin (23/9). Indeks ditutup di level 6.206 turun 25,27 poin atau 0,41 persen.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, saham-saham utama Wall Street mayoritas melemah pada perdagangan Senin (23/9). Kekhawatiran negosiasi dagang AS-China membayangi bursa saham, namun dapat diimbangi dengan kenaikan saham Apple dan rilis data ekonomi AS yang variatif.
Data ketenagakerjaan AS di sektor jasa menyusut untuk pertama kalinya dalam 9 tahun pada September. Namun, data aktivitas manufaktur naik pada September melampaui ekspektasi pasar.
Dow Jones naik 14,92 poin atau 0,06 persen menjadi 26.949. Lalu, S&P 500 turun 0,29 poin atau 0,01 persen menjadi 2.991, dan Nasdaq Composite turun 5,21 poin atau 0,06 persen menjadi 8.112. (ulf/bir)