Proyek ratusan miliar yuan tersebut selesai kurang dari 5 tahun sejak dicanangkan untuk dibangun. Proyek ini diyakini bakal merangsang pertumbuhan infrastruktur, di tengah perlambatan ekonomi kedua terbesar dunia tersebut dan perang dagang dengan AS.
Mengutip Reuters, Rabu (25/9), Bandara Daxing dielu-elukan sebagai sumber ekonomi baru China. Bandara ini diklaim akan menjadi bandara terbesar di dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Irak Bakal Gabung Proyek Jalur Sutera China |
Bandara Daxing berjarak 46 kilometer dari Lapangan Tiananmen, dua kali jarak dari bandara ibu kota yang ada saat ini ke pusat kota Beijing. Namun, China juga telah menyiapkan transportasi yang terhubung dengan kereta api, metro, dan bus berkecepatan tinggi.
China Southern Airlines dan China Eastern Airlines akan menjadi dua maskapai utama yang terbang dan mendarat di Bandara Daxing. Keduanya mendapat kapasitas 10 persen dari Bandara Daxing. Angka ini lebih kecil dari kapasitas awal yang sebesar 40 persen.
Sementara, 50 maskapai asing, termasuk British Airways dan Finnair berencana untuk merelokasi penerbangannya dari bandara lama ke Bandara Daxing.
[Gambas:Video CNN] (hns/bir)