Industri Makanan Setop Produksi Jika Tak Ada Impor Garam

CNN Indonesia | Kamis, 26/09/2019 06:29 WIB
Industri Makanan Setop Produksi Jika Tak Ada Impor Garam Ilustrasi garam. (ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah).
Jakarta, CNN Indonesia -- Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) menyatakan jika dalam satu bulan ke depan tak juga mendapatkan stok impor garam industri, maka beberapa perusahaan akan menyetop produksi. Pasalnya, pasokan garam industri saat ini sudah hampir habis.

Wakil Ketua Umum GAPMMI Rahmat Hidayat mengatakan industri akan mati jika pemerintah tak segera memutuskan permintaan penambahan impor garam. Sebab, pelaku industri tak bisa menggunakan garam lokal yang kandungannya berbeda dengan produk impor.

"(Kalau dalam waktu sebulan tidak masuk impor) pasti ada operasional yang terganggu atau berhenti (produksi)," ucap Rahmat, Selasa (25/9).


Menurutnya, jika memang pemerintah tak merestui tambahan impor yang diminta industri, maka terpaksa memproduksi garam yang kandungannya sesuai dengan kebutuhan industri. Hal itu, dianggap Rahmat membutuhkan waktu lama.

"Kalau tidak bisa impor harus cari dalam negeri, pertanyaannya apakah ada kan tidak ada. Mungkin buat tapi ini kan masuk musim hujan jadi susah," terang dia.

Sementara itu, proses perizinan impor juga sebenarnya membutuhkan waktu yang tak sebentar. Minimal, katanya, butuh waktu satu bulan untuk menyelesaikan proses izin tersebut.

"Rekomendasi dari Kementerian Perindustrian, izin Kementerian Perdagangan. Jadi kami harap ada percepatan terkait pengurusan izinnya," jelas Rahmat.

Sebelumnya, Ketua Umum Gapmmi Adhi S Lukman menyatakan bahwa industri makanan dan minuman (mamin) menyatakan telah meminta Kementerian Perindustrian untuk menambah kuota impor garam industri sebanyak 250 ribu ton. Tambahan diajukan karena pasokan garam industri impor sebanyak 300 ribu ton sudah nyaris habis.

[Gambas:Video CNN]
"Kami sudah mengajukan, kami sudah sampaikan stok kami terus nanti dirapatkan oleh pemerintah, belum putus hasilnya," ucap Adhi.

Adapun, Direktur Industri Kimia Hulu dari Direktorat Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kementerian Perindustrian Fridy Juwono mengatakan pihaknya masih berdiskusi dengan Kementerian Perdagangan terkait permintaan tambahan impor garam industri dari Gapmmi. Ia berharap, kepastian mengenai impor garam untuk industri makanan minuman bisa terbit bulan ini.

"Kami masih membahas dengan Kemendag tentang tambahan impor garam untuk bahan baku anggota Gapmmi," ungkapnya.

(aud/lav)


BACA JUGA