Menhub Sebut Perpanjangan Runway Bandara Manokwari Kelar 2020

CNN Indonesia
Jumat, 27 Sep 2019 12:25 WIB
Menhub Budi menegaskan landasan pacu (runway) Bandara Rendani di Manokwari, Papua Barat akan diperpanjang. Rencananya, proyek itu akan rampung pada akhir 2020. Budi menegaskan pemerintah akan memperpanjang landasan pacu Bandara Rendani di Manokwari. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan komitmen pemerintah untuk memperpanjang landasan pacu (runwayBandara Rendani di Manokwari, Papua Barat. Rencananya, perpanjangan runway tersebut rampung pada akhir 2020.

"Insya Allah kami bisa menambah runway sepanjang 300 meter untuk Rendani dimana akhir 2020 sudah selesai. Kami juga akan mengupayakan perbaikan di terminal tapi kami harus melakukan evaluasi besaran-besaran," ujar Budi dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (29/7).

Saat ini, Bandara Rendani memiliki panjang runway sekitar 2.000 meter x 45 meter. Nantinya, landasan pacu tersebut akan diperpanjang 300 meter.

Menurut Budi, perpanjangan landasan pacu bertujuan agar Bandara Rendani bisa didarati pesawat-pesawat jet dengan ukuran yang lebih besar, sehingga bisa meningkatkan ekonomi wilayah Manokwari dan Papua Barat secara umum.

Budi menyampaikan Kemenhub telah melakukan koordinasi dengan pemerintah Provinsi Papua Barat untuk mengenai pembangunan proyek bandara. Saat ini, terdapat empat bandara di Papua Barat dalam proses pembangunan yaitu Bandara Rendani Manokwari, Bandara Waisai Teluk Wondama Fakfak, Bandara Utarom Kaimana dan Bandara Nabire.

Terkait pendanaan, Budi menjelaskan pihaknya akan secara konsisten mengalirkan dana dari 2019 hingga 2021. Namun, penggunaan anggaran tersebut harus terus dikoordinasikan mengingat proses pengadaan tanah dilakukan oleh Pemda. "Mengingat kami sedang mengatur anggaran 2020 itu secara lebih pasti. Kami mengharapkan, terutama yang empat bandara itu bisa kami diselesaikan," katanya.

Kemenhub juga sudah mengundang Gubernur dan Bupati Papua Barat dan meminta proposal lebih lengkap mengenai pembebasan lahan maupun rencana anggaran. Proyek tersebut direncanakan akan final pada 14 Oktober mendatang dan pembangunan bisa dimulai pada 2019 atau 2020.

"Tadi banyak diinformasikan berkaitan dengan penerbangan-penerbangan yang kurang sehingga harus transfer di kota-kota lain. Oleh karenanya, kami akan undang nanti Citilink, Garuda, Lion, Batik, Sriwijaya untuk kami lakukan perbaikan-perbaikan penerbangan di Papua Barat ini," tuturnya.
[Gambas:Video CNN] (hns/sfr)
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER