Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.135 per dolar AS atau menguat dibanding kemarin, yakni Rp14.193 per dolar AS. Pada hari ini, rupiah berada di dalam rentang Rp14.124 per dolar AS hingga Rp14.150 per dolar AS.
Sore hari ini, mayoritas mata uang utama Asia menguat terhadap dolar AS. Peso Filipina menguat 0,02 persen, ringgit Malaysia menguat 0,04 persen, dolar Singapura menguat 0,06 persen, dan yen Jepang menguat 0,13 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam beberapa waktu terakhir, indikator ekonomi AS tengah tak mujur. Pertama, data Institute for Supply Management menunjukkan indeks manufaktur AS berada di angka 47,8 pada September, yang merupakan level terendah dalam 10 tahun terakhir.
Ketiga, Institute for Supply Management pada Kamis (4/10) juga mencatat indeks jasa AS pada September di angka 52,6 atau turun dibanding bulan sebelumnya, yakni 56,4.
Hal ini membuat pelaku pasar yakin bahwa bank sentral AS The Fed akan kembali menurunkan suku bunga acuannya pada pertemuan komite pasar federal terbuka (FOMC) bulan ini.
[Gambas:Video CNN]
"Mengutip CME Fedwatch, peluang penurunan Fed Rate sebesar 25 basis poin pada bulan ini mencapai 90,3 persen. Padahal, sepekan lalu kemungkinannya hanya 49,2 persen," jelas Ibrahim, Jumat (4/10).
Kemudian, pelaku pasar juga mengantisipasi perkembangan perang dagang antara AS dan China menjelang pertemuan tingkat tinggi pada bulan ini. "Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa delegasi China akan datang di Washington DC pada pekan depan," terang dia. (glh/bir)