Indeks tersebut memang lebih tinggi dibandingkan dengan Agustus yang 49,5. Tapi indeks yang berada di bawah 50 menunjukkan bahwa sektor manufaktur China sedang mengalami perlambatan. Pasalnya, penurunan indeks tersebut terjadi selama lima bulan berturut-turut.
Data lain menunjukkan total pesanan baru, termasuk yang dari dalam dan luar negeri kembali tumbuh pada September. Data tersebut memang mengindikasikan permintaan domestik di China membaik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:China Akui Terpukul Perang Dagang |
Perang membuat pertumbuhan produksi industri jatuh ke level terlemahnya dalam 17 tahun terakhir. Sementara harga produsen, barometer utama permintaan, turun pada tingkat tertajam dalam tiga tahun.
Analis memperkirakan pertumbuhan China dapat melambat lebih lanjut ke 6,2% pada April-Juni yang merupakan level terendahnya dalam 30 tahun.
[Gambas:Video CNN]
Penurunan tersebut memperkuat spekulasi pasar perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dan China telah memberikan luka pada ekonomi Negeri Tirai Bambu.
Pelemahan tersebut meningkatkan harapan pasar bahwa pemerintah China perlu segera mengambil kebijakan supaya perlambatan ekonomi yang lebih buruk di China dalam beberapa dekade bisa diatasi.
Namun harapan tersebut tampaknya belum akan dipenuhi pemerintah China. Sampai saat ini Beijing belum mengubah kebijakan moneternya.
Bank Rakyat China (PBOC) juga tidak terburu-buru untuk mengikuti negara-negara lain dalam melonggarkan kebijakan moneter secara signifikan.