Kepala BPS Suhariyanto mengatakan kenaikan harga beras ini disebabkan oleh harga gabah yang meningkat. BPS mencatat harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani pada September tercatat sebesar Rp4.905 per kilogram (kg) atau melejit 3,07 persen secara bulanan dibanding bulan lalu, yakni Rp4.759 per kg.
Sementara itu, harga Gabah Kering Giling (GKG) pada September tercatat Rp5.392 per kg atau naik 1,56 persen dibandingkan bulan lalu, yaitu Rp5.309 per kg.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, untuk beras kualitas premium, harganya pada September tercatat Rp9.594 per kg atau naik 0,67 persen dibanding bulan sebelumnya, yaitu Rp9.530 per kg.
Terakhir, harga beras kualitas rendah pada September tercatat Rp9.141 per kg atau naik 1,02 persen dibandingkan bulan lalu, yakni Rp9.048 per kg. "Tapi kini konsumsi beras kualitas rendah kami catat hanya mengambil 10 persen dari total konsumsi beras," jelasnya.
Pada September 2019, NTP dari subsektor tanaman pangan tercatat 106,73 atau meningkat 1,88 persen dibandingkan bulan sebelumnya 104,75.
"Dengan kenaikan harga ini tentu berdampak baik bagi NTP," tandas Suhariyanto.
[Gambas:Video CNN] (glh/bir)