"Saya dikasih waktu satu bulan (menyelesaikan dua KEK)," kata Rudi dikutip dari Antara, di Batam, Selasa (1/10).
Rudi menyebutkan bahwa dalam tahap awal terdapat dua pengembangan KEK yang harus dirampungkan, yakni KEK Maintanance, Repair, and Overhaul (MRO), dan KEK Nongsa Digital Park.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:PayPal Akuisisi 70 Persen Saham GoPay |
"Di bandara MRO, untuk memperbaiki pesawat yang sudah dientukan jenisnya, itu boleh masuk ke sini. Bukan Lion sendiri, bisa kerja sama dengan Garuda dan lainnya. Pesawat bisa diperbaiki di sini," kata Rudi.
"Perintah langsung Presiden dan Menko, pelabuhan laut menjadi prioritas. Dalam empat bulan ke depan harus ada perubahan," katanya.
Dalam prosesnya, Kepala BP Batam kerap membuat kebijakan yang berbeda dengan wali kota. Salah satu contoh di bidang perizinan investasi.
Menanggapi hal itu, Rudi mengaku hal itu merupakan tugas berat yang tak bisa dilakukan sendiri. Menurut Rudi, melainkan harus diselesaikan bersama-sama dengan pihak terkait.
Dengan demikian, Rudi berencana mengundang pihak terkait untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
[Gambas:Video CNN]
Ke depan, dia berencana akan duduk bersama dan mengurai persoalan tersebut dengan tujuan agar masalah lebih cepat diselesaikan sebelum tenggat waktu yang ditentukan oleh Presiden.
Rudi kemudian menyebut bahwa Presiden tidak hanya menitipkan Batam kepada dirinya sendiri, namun juga masyarakat Batam sendiri untuk dapat melakukan perubahan dan pengembangan ekonomi di Batam.
"Beliau menitipkan Batam pada kita semua, agar perubahan harus diwujudkan. Mengembangkan ekonomi Batam," katanya. (antara/ara)