Antam mencetak laba bersih Rp365,75 miliar atau tumbuh 6 persen dibandingkan laba bersih pada semester pertama 2018 yakni Rp344,45 miliar.
Komponen terbesar utama pendapatan perusahaan berasal dari komoditas emas yang berkontribusi sebesar Rp9,61 triliun atau 67 persen dari total penjualan bersih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pertumbuhan positif lainnya didukung oleh kinerja operasi dan penjualan feronikel yang mencapai 13.017 ton nikel dalam feronikel (TNi), naik 2 persen dibandingkan capaian produksi 1H18 sebesar 12.811 TNi.
Pada periode yang sama, kenaikan juga terjadi pada volume produksi bijih nikel sebesar 4,79 juta wet metric ton (wmt), atau naik sebesar 27 persen dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat sebesar 3,77 juta wmt.
"Volume penjualan bijih nikel tercatat sebesar 3,90 juta wmt, tumbuh sebesar 103 persen dibandingkan dengan volume penjualan periode 1H18 sebesar 1,92 juta wmt," demikian perseroan.
Pengembangan Hilirisasi Antam
Di sisi lain, PT Antam juga memiliki proyek kunci yang mencakup Proyek Pembangunan Pabrik Feronikel Haltim (P3FH) dengan kapasitas produksi sebesar 13.500 TNi (Line 1).
Hingga periode 1H19 realisasi konstruksi P3FH telah mencapai 97 persen. Nanti, dengan selesainya proyek pembangunan pabrik feronikel Haltim (Line 1) akan meningkatkan kapasitas total terpasang feronikel Antam.
Dalam hal pengembangan komoditas bauksit, saat ini Antam terus berfokus pada pembangunan pabrik Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) bekerja sama dengan PT INALUM (Persero) yang memiliki kapasitas pengolahan sebesar satu juta ton SGA per tahun (Tahap 1). (fef/asa)