Ia mengatakan kondisi tersebut disebabkan oleh The Fed yang ngotot mempertahankan suku bunga acuannya terlalu tinggi. Kengototan The Fed kata Trump telah menguatkan dolar AS dan justru merugikan pabrik di AS.
"Seperti yang saya perkirakan, Jay Powell dan Federal Reserve telah membiarkan dolar menjadi sangat kuat, terutama relatif terhadap semua mata uang lainnya, sehingga produsen kami terpengaruh secara negatif. Suku Bunga Fed terlalu tinggi. Mereka adalah musuh terburuk mereka sendiri, mereka tidak memiliki petunjuk. Menyedihkan!" kata Trump seperti dikutip dari Antara, Rabu (2/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Data Ekonomi AS Tekan Harga Minyak Dunia |
Menurutnya, kebijakan tersebut relatif tinggi dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya. Sebagai informasi sejumlah bank sentral di Eropa dan Jepang telah mendorong suku bunga mereka sendiri di bawah nol persen.
[Gambas:Video CNN]
Penurunan suku bunga acuan dilakukan dalam upaya untuk meningkatkan ekonomi mereka yang kesulitan. The Fed, setelah mengangkat suku bunga sembilan kali selama tiga tahun hingga akhir 2018, berbalik arah tahun ini dan telah memotong dua kali biaya pinjaman -- pada Juli dan lagi bulan lalu.
Suku bunga pinjaman utama The Fed sekarang ditetapkan dalam kisaran 1,75 persen hingga 2,00 persen, setengah poin persentase di bawah puncaknya baru-baru ini. Tetapi jurang pemisah antara suku bunga AS dengan di Eropa dan Jepang masih sangat luas.
Kondisi tersebut yang menjadi penyebab dolar AS tetap kuat sampai dengan saat ini. Sebelumnya pada Selasa (1/10/2019), indeks dolar AS berada pada level tertinggi dalam lebih dari dua tahun, meskipun data sektor manufaktur memburuk.
(antara/agt)