Institute for Supply Management (ISM) menuturkan indeks manufaktur AS turun 1,3 poin ke 47,8 pada September kemarin. Data pertumbuhan manufaktur tersebut merupakan level terendah dalam lebih dari 10 tahun terakhir.
Pelemahan kinerja tersebut dipicu perang dagang yang membebani ekspor AS. Pelemahan kinerja sektor manufaktur AS tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar atas kondisi ekonomi global di kuartal III 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya meramal indeks akan bergerak cenderung konsolidasi wajar.
"Momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi beli dengan target jangka menengah hingga panjang," tuturnya.
Ia memproyeksi IHSG akan bergerak di posisi 6.002-6.241. Pada perdagangan Rabu (2/10) IHSG terpantau melemah. Indeks ditutup di level 6.055 turun 82,82 poin atau 1,35 persen.
Saham utama Wall Street kompak melemah. Dow Jones turun 1,86 persen menjadi 26.078. Sedangkan S&P 500 turun 1,79 persen menjadi 2.887. Sementara itu,Nasdaq Composite turun 1,56 persen menjadi 7.785. (ulf/agt)