Mengutip Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent terkoreksi 2 persen menjadi US$57,69 per barel. Lalu, harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) turun 1,8 persen ke level US$52,64 per barel.
Badan Administrasi Informasi Energi AS (EIA) mencatat persediaan minyak mentah AS meningkat 3,1 juta barel pekan lalu. Angka itu jauh lebih tinggi dari ekspektasi analis yang hanya 1,6 juta barel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Data Ekonomi AS Tekan Harga Minyak Dunia |
Pada perdagangan Selasa (1/10) kemarin, harga minyak berjangka WTI melemah dalam sesi keenam berturut-turut. Pelemahan data manufaktur AS menjadi pemicu utama turunnya minyak WTI.
"Bahkan selama 12 hari harga minyak WTI melemah dan mencapai titik jenuh jual (oversold)," kata Wakil Presiden Eksekutif Powerhouse.
[Gambas:Video CNN] (aud/agt)