Kesepakatan tersebut dijalankan oleh anak perusahaan masing-masing, yakni PT Pertamina Power Indonesia (PPI) selaku anak usaha Pertamina dan PT Indonesia Power (IP), anak usaha PLN.
Direktur Utama PPI Ginanjar mengungkapkan kerja sama kedua anak perusahaan pelat merah ini sebagai upaya mengoptimalkan peran sumber daya manusia (SDM) lokal, sekaligus meningkatkan keahlian mereka di bidangnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerja sama tersebut juga bakal memberikan nilai tambah ekonomi yang berasal dari modal dalam negeri.
Selain sepakat membentuk joint venture di bisnis kelistrikan, kedua perusahaan juga sepakat kerja sama dalam bidang operation & maintenance (O&M) maupun sebagai pengembang independent power producer (IPP) berbasis gas atau LNG dan energi baru terbarukan.
Sebagai informasi, PPI saat ini sedang melaksanakan pengembangan pembangkit listrik, di antaranya pembangkit listrik bertenaga gas dan uap (PLTGU) Jawa-1 1760 MegaWatt (MW) yang sedang dalam tahap konstruksi dan akan mulai beroperasi pada tahun 2021.
Kemudian, proyek PLTGU Bangladesh 1200 MW yang sedang dalam tahap pengembangan, pembangkit listrik bertenaga surya (PLTS) Badak 4 MW, pembangkit listrik bertenaga biogass (PLTBG) Sei Mangkei 2,4 MW, serta proyek-proyek pembangkit listrik energi terbarukan, termasuk kendaraan listrik.
[Gambas:Video CNN] (sfr)