Harga Minyak Terangkat Penurunan Produksi OPEC

CNN Indonesia | Jumat, 11/10/2019 07:34 WIB
Harga Minyak Terangkat Penurunan Produksi OPEC Ilustrasi kapal pengangkut minyak mentah. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean).
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga minyak mentah dunia menguat pada Kamis (10/10). Pasar masih optimistis negara-negara anggota Organisasi Pengekspor Minyak (OPEC) akan mengurangi produksi demi menjaga stabilitas harga komoditas tersebut.

Mengutip Antara, harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) naik US$0,96 menjadi US$53,55 per barel, sedangkan penguatan harga minyak Brent lebih tipis hanya US$0,78 ke level US$59,1 per barel.

Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo mengatakan pihaknya bersama Rusia akan membuat suatu kebijakan guna menstabilkan harga minyak pada 2020.


"OPEC dan sekutu-sekutunya termasuk Rusia akan membuat keputusan agar harga bisa meningkat dan stabil," ungkapnya, dikutip Jumat (11/10).
Dalam catatan Badan Informasi Energi AS (EIA), produksi minyak mentah OPEC diprediksi sebesar 29,6 juta barel per hari. Angkanya turun 2,3 juta barel per hari dibanding 2018.

Sementara itu, EIA juga meramalkan rata-rata produksi minyak mentah sepanjang 2019 sebesar 29,8 juta barel per hari. Jumlah tersebut menurun 2,1 juta barel dari posisi 2018.

Kendati pasokan minyak OPEC diramalkan semakin turun, tetapi produksi minyak di AS diproyeksi meningkat setiap bulannya. Bahkan, EIA menyebut produksi minyak di Negeri Paman Sam bisa menyentuh 13 juta barel per hari pada Desember 2019.
[Gambas:Video CNN]
Menurut EIA, rata-rata produksi tahunan minyak mentah di AS tahun ini sekitar 12,3 juta barel per hari. Kemudian, angkanya diprediksi semakin meningkat tahun depan menjadi 13,2 juta barel per hari.

Di sisi lain, investor terus memantau perkembangan konflik Timur Tengah yang semakin memanas. Masalahnya, hal itu akan mempengaruhi produksi minyak mentah di kawasan tersebut.

Diketahui, Turki meluncurkan serangan besar-besaran ke wilayah yang dikuasai Kurdi di Suriah timur laut pada Rabu (9/10) waktu setempat. Serangan ini menandakan dimulainya operasi militer di perbatasan Turki-Suriah (aud/lav)