BI Prediksi Tingkat Harga Oktober 2019 Inflasi 0,04 Persen

CNN Indonesia | Jumat, 11/10/2019 19:36 WIB
BI Prediksi Tingkat Harga Oktober 2019 Inflasi 0,04 Persen Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) memperkirakan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Oktober 2019 meningkat alias inflasi sebesar 0,04 persen secara bulanan. Pada bulan yang sama, inflasi tahunan diprediksi sebesar 3,15 persen.

Proyeksi inflasi tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu di mana inflasi tercatat 0,28 persen secara bulanan dan 3,26 persen secara tahunan.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan proyeksi tersebut berasal dari survei pemantauan harga-harga komponen pengeluaran rumah tangga yang dilakukan bank sentral pada pekan kedua Oktober 2019.

Hasil survei inflasi terbilang rendah karena hanya beberapa komponen pengeluaran rumah tangga yang mengalami kenaikan harga.


"Barang yang mengalami sedikit kenaikan harga adalah daging ayam ras meningkat 0,03 persen, tomat sayur 0,01 persen, dan rokok kretek 0,01 persen," ungkap Perry di Kompleks Gedung BI, Jakarta, Jumat (11/10).

Di sisi lain, harga sejumlah komoditas menurun atau deflasi seperti cabai merah sebesar 0,06 persen, cabai rawit 0,03 persen, dan telur ayam ras deflasi 0,03 persen.

"Sementara (harga) bawang merah, angkutan udara, jeruk, kentang, masing-masing deflasi 0,01 persen," ujarnya.

Lebih lanjut, ia memperkirakan inflasi sampai akhir tahun akan sesuai dengan target sebesar 3,5 persen secara tahunan. "Inflasi akan berada di titik tengah 3,5 persen, bahkan di bawah 3,5 persen," tuturnya.

Pada September lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat harga mengalami deflasi sebesar 0,27 persen secara bulanan. Sementara inflasi secara tahunan berada di kisaran 3,39 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan deflasi terjadi karena penurunan harga bahan makanan sekitar 1,7 persen dengan andil mencapai 0,44 persen.

Komoditas yang menyumbang deflasi, yaitu cabai merah sebesar 0,19 persen, bawang merah 0,07 persen, daging ayam ras 0,05 persen, cabai rawit 0,03 persen, dan telur ayam ras 0,02 persen.

Namun, beberapa pengeluaran meningkat harganya alias inflasi. Misalnya, harga emas perhiasan naik 0,72 persen. "Harga beras pun menyumbang inflasi, tapi tenang saja karena pemerintah memastikan stok beras masih tetap aman," katanya.
[Gambas:Video CNN] (uli/sfr)