Proyeksi inflasi tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu di mana inflasi tercatat 0,28 persen secara bulanan dan 3,26 persen secara tahunan.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan proyeksi tersebut berasal dari survei pemantauan harga-harga komponen pengeluaran rumah tangga yang dilakukan bank sentral pada pekan kedua Oktober 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara (harga) bawang merah, angkutan udara, jeruk, kentang, masing-masing deflasi 0,01 persen," ujarnya.
Lebih lanjut, ia memperkirakan inflasi sampai akhir tahun akan sesuai dengan target sebesar 3,5 persen secara tahunan. "Inflasi akan berada di titik tengah 3,5 persen, bahkan di bawah 3,5 persen," tuturnya.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan deflasi terjadi karena penurunan harga bahan makanan sekitar 1,7 persen dengan andil mencapai 0,44 persen.
Komoditas yang menyumbang deflasi, yaitu cabai merah sebesar 0,19 persen, bawang merah 0,07 persen, daging ayam ras 0,05 persen, cabai rawit 0,03 persen, dan telur ayam ras 0,02 persen.
Namun, beberapa pengeluaran meningkat harganya alias inflasi. Misalnya, harga emas perhiasan naik 0,72 persen. "Harga beras pun menyumbang inflasi, tapi tenang saja karena pemerintah memastikan stok beras masih tetap aman," katanya.
[Gambas:Video CNN] (uli/sfr)