Darmin menjelaskan kedua industri ini menjadi yang paling diuntungkan oleh pembangunan Palapa Ring Paket Timur. Maklum saja, masalah pengiriman barang dan biaya perjalanan ke bagian Indonesia timur yang mahal, selama ini kerap menjadi masalah bagi industri.
Biaya tinggi tersebut terjadi karena akses internet untuk menopang kebutuhan informasi dan data bagi sektor tersebut cukup lambat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertumbuhan itu hanya kalah dari usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan yang mencapai 0,71 persen, pengolahan 0,74 persen, perdagangan besar dan eceran 0,61 persen, konstruksi 0,55 persen, serta informasi dan komunikasi 0,49 persen.
Sementara bila dibandingkan kuartal I 2019, pertumbuhannya mencapai 3,66 persen. Pertumbuhan itu masuk lima besar secara nasional.
[Gambas:Video CNN]
Pertumbuhannya hanya kalah dari industri pertanian, kehutanan, dan perikanan 13,8 persen, jasa lainnya 4 persen, jasa pendidikan 39 persen, dan administrasi pemerintahan 3,76 persen.
Sementara sektor industri pariwisata berada di tingkat rata-rata nasional yang tercermin dari pertumbuhan industri penyediaan akomodasi dan makan minum. Usaha tersebut tumbuh 0,17 persen secara tahunan pada kuartal II 2019 dan tumbuh 1,55 persen bila dibandingkan kuartal I 2019.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pengoperasian Proyek Palapa Ring Paket Timur awal pekan ini.
"Saya resmikan pengoperasian Palapa Ring yang menghubungkan seluruh ibu kota di 514 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia," kata Jokowi.
Kepala Negara turut meyakini bahwa kehadiran Palapa Ring paket timur akan membuat perekonomian Indonesia membaik secara kawasan dan nasional. Sebab, konektivitas yang menjadi modal pertumbuhan berbagai sektor industri sudah bisa dipenuhi pemerintah.
"Tidak hanya memajukan sektor ekonomi, tetapi kami ingin ini bisa berguna bagi sektor sosial, budaya, politik, dan pemerintahan,"tuturnya. (uli/agt)