"Kami sih menganggapnya bukan optimis lah, tapi rasanya mereka sudah mulai kapok juga," ucap Darmin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (14/10).
Darmin menjelaskan kesepakatan sementara AS-China sejatinya hanya menampakkan bahwa kedua negara sudah sadar akan kerugian yang mereka terima akibat perang dagang selama ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, ada kemungkinan perdamaian kedua negara nanti hanya akan mengerem potensi kenaikan tarif dan tidak mengembalikan semuanya seperti semula. Bahkan, sekalipun ada potensi penurunan tarif bea masuk impor, tentu hal itu akan dilakukan dengan masa transisi.
[Gambas:Video CNN]
"Perang dagang yang sudah terlanjur itu tidak bisa kayak mobil yang dimatikan mesinnya, tidak bisa. Itu kan bea masuknya sudah tinggi, masa langsung nol? Bisa pusing benar semuanya," tuturnya.
Kendati begitu, Darmin tak bisa memberi proyeksi kapan sekiranya ketegangan perang dagang AS-China bisa benar-benar berakhir. Begitu pula perkiraan terhadap perbaikan kondisi ekonomi kedua negara, dunia, hingga negara-negara lain yang sempat mendapat dampak ketegangan.
Sebelumnya, Negeri Paman Sam dan Negeri Tirai Bambu dikabarkan sudah mencapai kesepakatan sementara dari proses negosiasi damai perang dagang yang dijalankan kedua negara. Kabarnya, AS-China menyepakati beberapa hal terkait perdagangan, seperti perjanjian nilai mata uang, pembelian produk pertanian, dan penundaan kenaikan tarif baru.
Sinyal kesepakatan sementara datang dari cuitan Presiden AS Donald Trump di akun Twitter pribadinya. Kabarnya, Trump juga dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping.