"Mudah-mudahan keseluruhan ruas tol Pandaan-Malang bisa selesai lebih cepat. Apabila seksi 4-5 selesai bisa langsung dioperasikan saja," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono seperti dikutip dari keterangan resmi, Senin (14/10).
Sebelumnya, Jalan Tol Pandaan-Malang Seksi IV Singosari-Pakis telah dibuka fungsional pada musim mudik lebaran 2019 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data, dari 57 bidang tanah yang belum bebas, saat ini sudah sebanyak 52 bidang tanah yang dalam proses konsinyasi. Ditargetkan proses konstruksi seksi V seluruhnya rampung pada Januari 2020.
Basuki berharap Jalan Tol Pandaan-Malang akan menjadi bagian vital arus mobilisasi orang serta barang antara Surabaya dan Malang. Pasalnya, ruas tol akan bisa mempercepat perjalanan dari Surabaya menuju Malang dan sekitarnya.
Jalan tol ini juga diharapkan semakin menunjang sektor pariwisata seperti kawasan wisata dan taman safari Prigen, kebun teh Wonosari, Candi Singosari dan kawasan wisata Batu. Tol Pandaan-Malang juga akan meningkatkan akses bagi Kawasan Ekonomi Khusus Singosari dan Bandara Sultan Abdul Rachman Saleh.
Sebagai informasi, Jalan Tol Pandaan-Malang terdiri dari 5 seksi yang terbagi menjadi Seksi I Pandaan-Purwodadi sepanjang 15,4 km, Seksi II Purwodadi-Lawang sepanjang 8 km, Seksi III Lawang-Singosari sepanjang 7,1 km, Seksi IV Singosari-Pakis sepanjang 4,75 km, dan Seksi V Pakis-Malang sepanjang 3,1 km.
Pembangunan proyek sepanjang 38,35 km ini dilakukan oleh Jasamarga Pandaan Malang (JPM) yang sahamnya dimiliki Jasa Marga sebesar 60 persen, PT Pembangunan Perumahan (Persero) sebesar 35 persen dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sebesar 5 persen, dengan biaya investasi mencapai Rp5,9 triliun. Adapun nilai konstruksi sebesar Rp 3,7 triliun dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan (PP).
[Gambas:Video CNN] (sfr)