Menurutnya korupsi dan konsep holding BUMN yang ada sekarang ini kacau. Untuk holding, kekacauan tersebut tercermin dari kebijakan Kementerian BUMN di bawah Rini yang menjadikan perusahaan pelat merah beraset kecil menjadi induk perusahaan BUMN.
Misalnya, PT Survai Udara Penas (Persero) yang digadang-gadang akan menjadi induk holding penerbangan. Penas akan membawahi PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, dan AirNav.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:BPUI Jadi Induk Holding BUMN Asuransi |
Menurutnya, masalah tersebut cukup menunjukkan Rini gagal menjadi menteri BUMN.
"Melaksanakannya jadi ngaco semua jadi rusak BUMN kita semua," ujar Faisal pada Selasa (15/10) di Jakarta.
CNNIndonesia.com telah meminta tanggapan dari Kementerian BUMN melalui Staf Khusus Menteri BUMN Wianda Pusponegoro, dan pejabat lainnya seperti Sekretaris Menteri BUMN Iman Apriyanto. Namun, sampai berita diturunkan, mereka belum merespons permintaan tanggapan tersebut.
[Gambas:Video CNN] (hns/agt)