Bank Sentral Korsel Pangkas Suku Bunga Acuan Jadi 1,25 Persen

CNN Indonesia | Rabu, 16/10/2019 12:33 WIB
Bank Sentral Korsel Pangkas Suku Bunga Acuan Jadi 1,25 Persen Ilustrasi. (moshaddiq/Pixabay).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Sentral Korea Selatan (Korsel) atau BoK memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin ke level terendah dalam dua tahun terakhir, 1,25 persen, pada Rabu (16/10). Hal ini dilakukan untuk mendorong laju ekonomi negeri ginseng di tengah perang dagang dengan Jepang.

Dilansir dari AFP, Rabu (16/10), pemangkasan suku bunga acuan mempertimbangkan kontraksi perdagangan global, pelemahan ekspor, dan turunnya investasi.

Presiden Korsel Moon Jae-in tengah berupaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengerek inflasi setelah tingkat harga merosot untuk pertama kalinya bulan lalu. Terlebih, pemilihan legislatif akan berlangsung enam bulan mendatang.


BoK memperkirakan ekonomi Korsel tahun ini diperkirakan hanya akan menyentuh 2,2 persen atau terkoreksi dari proyeksi yang dibuat Juli lalu, 2,5 persen. Tahun lalu, pertumbuhan ekonomi Korsel hanya 2,7 persen atau terendah dalam enam tahun terakhir.

Dengan turunnya suku bunga acuan, suku bunga pinjaman di Korsel saat ini setara dengan level terendah sebelumnya yang terjadi pada Juni 2016 dan November 2017.

"Seiring perkiraan pertumbuhan ekonomi akan moderat dan tekanan inflasi terhadap permintaan juga diperkirakan rendah, Dewan Gubernur akan menjadi stance kebijakan moneter yang akomodatif," ujar BoK dalam pernyataan tertulis.

Bank sentral menyatakan inflasi domestik diperkirakan hanya akan tertahan di kisaran nol persen untuk beberapa waktu ke depan sebelum akhirnya menanjak ke 1 persen tahun depan. Namun, level tersebut masih di bawah target yang dipatok 2 persen.

Sejumlah analis memperingatkan bahwa Korsel akan memasuki zona deflasi setelah harga turun 0,04 persen secara tahunan pada September lalu.
[Gambas:Video CNN]
Perang dagang antara Korsel dan Jepang sendiri mulai memanas sejak Juli lalu, saat Jepang memperketat aturan ekspor tiga bahan kimia yang penting bagi produk perusahaan teknologi Korsel seperti Samsung.

Perselisihan kedua negara juga dipengaruhi oleh penjajahan Jepang terhadap Korsel pada paruh pertama abad ke-20.
(AFP/sfr)