Angka itu merupakan skenario terendah yang dituangkan dalam rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
"Kami sudah menyediakan tiga skenario, rendah, sedang, dan tinggi. Kalau saya jadi presiden kira-kira dari tiga ini mana yang diambil, saya akan bilang yang rendah 5,4 persen," ungkap Bambang, Rabu (16/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, pemerintah merancang skenario pertumbuhan ekonomi sedang dengan rata-rata sebesar 5,7 persen. Jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih skenario ini dalam RPJMN 2020-2024, maka pertumbuhan ekonomi tahun depan harus mencapai 5,3 persen, 2021 sebesar 5,4 persen, 2022 sebesar 5,6 persen, 2023 sebesar 5,9 persen, dan 2024 sebesar 6,1 persen.
Untuk skenario tertinggi, Bappenas menetapkan rata-rata pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen. Rinciannya, pada 2020 ekonomi ditargetkan menyentuh 5,5 persen, 2021 sebesar 5,7 persen, 2022 sebesar 5,9 persen, 2023 sebesar 6,2 persen, dan 2024 sebesar 6,5 persen.
Dalam Undang-Undang (UU) APBN 2020, pertumbuhan ekonomi dipatok sebesar 5,3 persen. Angkanya sama seperti asumsi yang ditetapkan pemerintah dalam APBN 2019.[Gambas:Video CNN] (aud/agt)