RI- Korea Selatan Selesaikan Perundingan Perdagangan Bebas

CNN Indonesia | Kamis, 17/10/2019 07:28 WIB
RI- Korea Selatan Selesaikan Perundingan Perdagangan Bebas Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (CNN Indonesia/Aria Ananda).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah menyelesaikan perundingan perjanjian perdagangan bebas dengan Korea Selatan.

Substansi penyelesaian perundingan bernama Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia- Korea Selatan (IK CEPA) tersebut telah ditandatangani oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito dan Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan Yoo Myung Hee di acara Trade Expo Indonesia, ICE BSD City, Tangerang, Rabu (16/10).

Perundingan IK-CEPA tersebut sebelumnya berhasil diselesaikan pada pertemuan ke-10 kedua pihak yang digelar di Bali pada 7 sampai dengan 10 Oktober 2019 lalu.


Enggartiasto mengatakan dengan perjanjian tersebut, nantinya Indonesia akan mendapatkan akses pasar untuk produk industri, termasuk perikanan, dan hortikultura di Korea Selatan. Sementara sebagai timbal baliknya, Indonesia akan memberikan akses pasar untuk bahan baku industri, serta memfasilitasi berbagai investasi Korea Selatan di Indonesia.

"Hal ini diharapkan dapat mendorong nilai perdagangan kedua negara dan investasi Korea Selatan di Indonesia. Di samping itu, pada sektor perdagangan jasa, Indonesia juga berhasil mendapatkan skema khusus untuk tenaga kerja," kata Enggar di BSD, Tangerang, Rabu (16/10).

Menurur Enggar, di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini, Indonesia dan Korea Selatan memang memerlukan terobosan untuk mendorong perdagangan dan investasi kedua negara.

"IK CEPA merupakan salah satu upaya pemerintah mendorong hal tersebut, dan Presiden RI memberi arahan agar kemitraan dengan Korea Selatan diperluas karena potensi kedua negara sangat terbuka," tutur Enggar.

Perundingan IK-CEPA terdiri dari enam kelompok kerja, yaitu perdagangan barang, perdagangan jasa, investasi, ketentuan asal barang, prosedur kepabeanan dan fasilitasi perdagangan (ROOCPTF), kerja sama dan pengembangan kapasitas, serta isu hukum dan kelembagaan.

[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, perundingan IK-CEPA dimulai pada tahun 2012. Namun, perundingan sempat terhenti di 2014. Kemudian pada Februari 2019, kedua negara sepakat melanjutkan perundingan dan menargetkan penyelesaian perundingan sebelum akhir 2019.

"Menurut rencana, penyelesaian perjanjian ini diharapkan dapat diumumkan kedua Kepala Negara pada November 2019 di sela-sela the 30th ASEAN-Korea Commemorative Summit di Busan, Korea Selatan," ujar Enggar.

Sementara Itu, Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2018, Korea Selatan merupakan negara tujuan ekspor dan sumber impor ke-6 terbesar bagi Indonesia dengan total nilai perdagangan kedua negara mencapai US$ 18,62 miliar. Total ekspor Indonesia ke Korea Selatan tercatat sebesar US$
9,54 miliar dan total impor Indonesia dari Korea Selatan tercatat sebesar US$ 9,08 miliar.

Dengan nilai tersebut Indonesia surplus sebesar US$460 juta. Komoditas ekspor andalan Indonesia ke Korea Selatan adalah batu bara, bijih tembaga, karet alam, kayu lapis, dan timah. Sementara komoditas impor utama Indonesia dari Korea Selatan adalah karet sintetis, produk baja lembaran, produk elektronik, dan kain tenun filamen sintetis.

(ara/agt)