Salah satunya, gempuran teh impor. Ia mengatakan saat ini banyak hotel bintang empat dan lima lebih banyak menggunakan atau menyajikan teh dari luar negeri terutama dari Pakistan dan Singapura.
"Yang di hotel bintang, yang disajikan itu bukan teh Indonesia. Padahal kalau dari sisi kualitas sama. Yang beda, harganya, mereka bisa 2 juta per kilogram, sementara kita punya teh hanya Rp50 ribu - Rp60 ribu per kilogram," katanya seperti dikutip dari Antara, Jumat (18/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Umum ATI Dede Kusdiman menambahkan penurunan industri teh dalam negeri tersebut juga berdampak pada luas area dan produksi. Data yang dimilikinya, luas perkebunan teh di Indonesia saat ini hanya 119 hektare, turun dari sebelumnya yang masih mencapai 140 ribu hektare.
"Begitu pun dengan produksi tehnya, juga berkurang. Dulu kita itu di posisi ketiga di dunia sebagai penghasil teh. Tapi sekarang turun menjadi tujuh. Ekspor juga turun. Sekitar tujuh tahun terakhir kita bisa mengekspor 70 ribu ton, sekarang hanya 40 ribu saja," katanya.
[Gambas:Video CNN] (antara/agt)