Pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Tercatat, won Korea menguat 0,35 persen, peso Filipina 0,13 persen, dolar Singapura 0,07 persen, ringgit Malaysia 0,06 persen, rupee India 0,03 persen, dan dolar Hong Kong 0,02 persen.
Sementara itu, terdapat beberapa mata uang yang melemah di Kawasan Asia. Kurs yen Jepang melemah 0,02 persen, baht Thailand 0,16 persen, dan lira Turki 0,16 persen terhadap dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertemuan APEC di Chile bulan November mendatang menjadi target penandatanganan perjanjian dagang AS Tiongkok fase 1," kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (21/10).
Kendati demikian, Ariston mengatakan sentimen pelambatan ekonomi global bisa menjadi berpotensi menekan rupiah ke depan. "IMF memangkas lagi proyeksi pertumbuhan tahun 2019 dan 2020," ucapnya.
Sementara dari sisi domestik, Ariston berpendapat pasar masih menantikan susunan kabinet Baru Jokowi Maaruf. Lebih lanjut, Ariston memperkirakan pergerakan rupiah akan berada di kisaran Rp14.100 sampai dengan Rp14.170 per dolar AS pada awal pekan ini.
[Gambas:Video CNN] (ara/agt)