"Tadi saya dipanggil presiden ya di-brief untuk tugas saya ke depan. Jadi nanti menangani soal maritim dan investasi," ujar Luhut usai bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/10).
Menurut dia, Jokowi memberi arahan agar Kemenko Kemaritiman dan Investasi menyelesaikan persoalan-persoalan investasi, terutama terkait komoditas petrochemical, B20, dan B30. Dengan demikian, impor minyak dan gas (Migas) bisa berkurang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati nama kementerian berubah, Luhut enggan menyebutkan kepastian bahwa ada perubahan nomenklatur atau tidak. Dia hanya menyebutkan bahwa hal itu merupakan kewenangan Kepala Negara dan akan diumumkan esok hari, Rabu (23/10) sebelum pelantikan menteri kabinet baru Jokowi.
Tak hanya Luhut yang kembali menjadi menteri di jajaran pemerintahan Jokowi, sejumlah tokoh lain di jajaran kabinet kerja jilid I yang kembali membantu Kepala Negara antara lain, Sri Mulyani, Bambang Brodjonegoro, Budi Karya Sumadi, Basuki Hadimuljono, Siti Nurbaya, Sofyan Djalil, Yasona Laoly, dan beberapa menteri lain.
(uli/fra)