Diketahui, tiga politikus asal PKB menempati pos menteri dalam susunan Kabinet Indonesia Maju. Tiga politikus itu, yakni Agus Suparmanto sebagai Menteri Perdaganan, Ida Fauziyah sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Abdul Halim Iskandar sebagai Menteri Desa dan PDTT.
"Ini kan kalau kita lihat dari kemarin, ini kan jatahnya PKB memang ya," kata Fithra kepada CNNIndonesia.com saat dihubungi, Selasa (23/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi saya rasa untuk kementerian ini, ya selama ini menjadi motor penggeraknya PKB di daerah," tambahnya.
Ia pun melihat, ke depannya Abdul harus memperhatikan penggunaan Dana Desa karena sejauh ini gelontoran dana yang dikerahkan kerap kali tidak efisien dan efektif dalam penggunaannya.
"Selama ini banyak memang gelontoran anggaran desa yang tidak efisien, bahkan beberapa harus berurusan dengan KPK. Karena secara kapasitas untuk mengelola anggaran sebesar itu, di desa memang masih terbatas," imbuh dia.
Untuk diketahui, Dana desa pertama kali disalurkan tahun 2015 sebesar Rp20,67 triliun atau Rp280,3 juta per desa. Tingkat penyerapannya sebesar 82,72 persen.
Lalu, jumlahnya bertambah dua kali lipat pada 2016 menjadi Rp46,98 triliun atau Rp643,6 juta per desa. Tingkat penyerapannya pun tumbuh menjadi 97,65 persen.
Untuk tahun 2018, dana desa tetap di posisi Rp60 triliun atau Rp800,4 juta per desa. Namun, tingkat penyerapannya meningkat menjadi 99,03 persen.
Tahun ini, pemerintah kembali meningkatkan dana desa menjadi Rp70 triliun atau Rp933,9 juta tiap desa. (mjo/lav)